PORTAL ASURANSI TERPERCAYA
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588

Bushcraft, Wisata dan Olahraga Ekstrim Cocok Untuk Menempa Mental

Pariwisata  |  10 March 2021  |   1262 Pengunjung

Bushcraft, Wisata dan Olahraga Ekstrim Cocok Untuk Menempa Mental

Pariwisata  |  10 March 2021 Bushcraft, Wisata dan Olahraga Ekstrim Cocok Untuk Menempa Mental

Bisa di bilang, bushcraft ini alternatif wisata dengan cara menyendiri untuk mencari ketenangan, banyak para masyarakat kota dengan tekanan tinggi yang seringkali melakukan perjalanan sendiri tanpa arah tanpa tujuan, atau sekedar menyendiri di gunung, bahkan petualangan tak biasa seperti bersepeda jarak jauh atau riding / bermotor jarak jauh yang lagi-lagi sendirian.

Baca Juga : Untuk Pemotor yang Berkendara Di Tempat Gelap dan Sepi

Menurut beberapa ahli survival yang berlatar belakang militer, dan para olahragawan khususnya adventure, bushcraft sama bahayanya dengan olahraga ekstrim seperti wall climbing, paragliding hingga skydiving yang sama tinggi resikonya, karena membahayakan nyawa.

Apa sih keuntungan berwisata atau olahraga Bushcraft ini ? selain melatih mental, mampu melatih seluruh indera kita, dan kepekaan diri akan kehidupan alam sesungguhnya, agar lebih sayang dan menyatu dengan alam,dan biasanya, orang-orang yang pernah melakukan ini, setelahnya akan lebih menghargai kesehatan lingkungan, lebih menyayangi binatang, dan lebih paham bagaimana alam bekerja.

Lalu, apa saja yang harus di persiapkan dan di pelajari untuk bisa bushcraft yang rata-rata adalah teknik survival, dan di mana saja kah area bushcrafting di Indonesia ini?

Beberapa tempat yang cocok jadi area bushcraft diantaranya adalah, Taman Nasional Baluran, Taman Nasional Meru Betiri, Taman Nasional Hutan Djawatan, eh wait, apa terlalu jauh di pelosok timur pulau jawa ya?


Kalau di Jogja ada hutan Wanagama, bukit Menoreh,selain itu masih ada beberapa rekomendasi yang perjalanan hanya 1 malam dari ibu kota, namun tak se seram beberapa taman nasional yang tim ASURANSIKU.id sebutkan barusan, diantaranya adalah : Perbukitan gunung Malang yang terletak di jalur pendakian gunung slamet via kaliwadas, tepatnya di Ranu Tuk Suci, area perhutanan yang masih alami, jarang di lewati pendaki dan ada sumber mata air yang sangat cocok untuk di pakai kegiatan bushcraft.

Tak harus di hutan, misal di gunung yang jarang pendaki dan tak jauh dari perkotaan seperti gunung Batu daerah Jonggol pun juga tak apa, dan cocok untuk jadi belajar bushcraft untuk pemula, pada intinya, bushcraft adalah kegiatan belajar survival alam, di pantai pun juga oke, selama kamu merasakan feel survival, sendiri, dan menjalankan prinsip living in nature with your own risk and never be a destroyer, kalau di pantai, bisa ke pantai ngalur daerah Ponorogo Jawa Timur.

Baca Juga : Camp Ride, Alternatif Staycation

Yang pertama harus di persiapkan adalah, alat-alat yang memadai, seperti tenda, kalau masih takut atau belum percaya diri pakai tarp tent, bisa pakai tenda camping seperti biasa, lalu pisau, pastikan pisau yang terbuat dari stainless steel dengan kadar karbon 1% yang tidak mudah tumpul namun sayangnya mudah berkarat, alat pembuat api, tali, tempat untuk menampung air minum.

Karena pada dasarnya bushcraft bukan untuk pemula yang baru menjelajah alam, maka dari itu, beberapa skill yang sudah harus kamu kuasai adalah :

1. Membuat Api Secara Alami

Sudah banyak tersedia tutorial cara membuat api secara alami yang menggunakan kayu kering dengan dedaunan kering.

2. Membaca Arah Mata Angin

Hal ini masih jarang di temui tutorialnya dan amat sulit di praktekkan, terlebih bagi yang belum terbiasa dengan cuaca pegunungan, sedikitnya mengetahui dasar arah mata angin dan bintang gemintang malam hari yang mempengaruhi kapan musim berganti sangatlah membantu kamu.

3. Membuat Shelter

Jika kamu merasa tertantang hanya membawa flysheet untuk membuat shelter, kamu boleh mencobanya, dan pastikan sheltermu tidak di bawah pohon lapuk, tidak dalam jangkauan binatang buas : babi hutan, macan tutul, ular berbisa, kera atau anjing hutan.

4. Membaca Jejak

Masih berkaitan dengan poin ke 3, seharusnya shelter yang kamu buat steril dari jejak kaki yang mencurigakan, meskipun itu hanya jejak kaki kaum primata, apalagi babi hutan, karena kedua binatang tersebut masuk dalam rantai makanan raja hutan, mungkin saja harimau jawa sudah punah, tapi berhati-hatilah dengan macan tutul.

5. Tali Temali

Membuat simpul untuk memancing, untuk menggantung persediaan air di atas pohon, hingga tali temali untuk berburu, untuk berburu, di kasus ini sangat tidak di sarankan untuk pemula, di karenakan, setelah mendapat hewan hasil perburuan, rata-rata pemula tidak bisa membersihkan dan mengolah hewan hasil buruannya, namun jika memancing ikan masih di rekomendasikan.

Itu dia beberapa rekomendasi untuk kegiatan bushcrafting, pastikan memiliki bahan dan kesiapan mental, jika masih benar-benar baru akan mencoba, pastikan tidak melakukan bushcraft sendirian, dan layaknya olahraga dan wisata ekstrim lainnya, sebaiknya sebelum bushcraft, apalagi untuk kamu yang masih coba-coba di hutan yang 'perawan' seperti di daerah Sumatera yang masih banyak binatang endemi Harimau Sumatera, sebaiknya lindungi diri dengan Asuransi Jiwa dan atau Asuransi Perjalanan, selamat mencoba.(arm)