PORTAL ASURANSI TERPERCAYA
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588

Ketika Cuaca Ekstrim Terjadi di Darat, Bagaimana Cuaca di Laut ?

Umum  |  08 February 2021  |   91 Pengunjung

Ketika Cuaca Ekstrim Terjadi di Darat, Bagaimana Cuaca di Laut ?

Umum  |  08 February 2021 Ketika Cuaca Ekstrim Terjadi di Darat, Bagaimana Cuaca di Laut ?

Akhir tahun 2020 terlalu menjadi curah hujan tertinggi sejak periode 2018, hujan begitu lebat yang memunculkan spekulasi fenomena lain yang muncul di wilayah perairan Indonesia, adalah Madden-Julian Oscillation(MJO). Beberapa karakter MJO yang di ketahui adalah sekumpulan awan yang mengarak ke timur di sepanjang garis khatulistiwa, dan terus terjadi selama 1 hingga 2 bulan.

Terdapat 8 fase dari MJO, kondisi yang memicunya adalah Samudera Hindia bagian barat yang berdekatan dengan Afrika, MJO yang daerahnya sediki ke-Indonesia-an, biasa di kenal dengan benua maritim / Maritime Continent, yaitu MJO fase 4 dan 5.

Melalui diagram Real-time Multivariate MJO atau RMM, yang menjelaskan faseo MJO, bahwa sejak akhir November 2020 MJO telah berada di wilayah perairan Indonesia, dan terus di prediksi melewati fase ke 5 sampai di pertengahan Desember 2020 lalu. Diantara La Nina dan aktifnya moda MJO yang menjadi fenomena gabungan musim barat, menjadi penyebab curah hujan yang lebat dan merata, hujan lebat ini menjadi pemicu siklon tropis, karenanya di ikuti angin kencang dan berarah membujur dari barat hingga timur.

Bibit siklon tropis yang di beri kode 96s ini lebih persisten dan bergerak sporadis ke timur, bahkan menurut pemantaua LAPAN, angin kencang yang terjadi akibat siklon tropis ini pun membuat gelombang tinggi di lautan terjadi serta terjadi badai, yang kesemuanya berakibat dari fenomena iklim terjadi berbarengan.

Badai yang terjadi di laut tentu mengganggu aktifitas nelayan di laut, BKMG pun memperingatkan terjadinya gelombang tinggi di Samudera Hindia, sisi barat Sumatera dan selatan Jawa. Perkiraan tinggi gelombang dapat mencapai 5 meter, khusus di area selatan Jawa, gelombang tinggi tersebut juga membuat nelayan berhenti melaut, terlebih bagi nelayan tangkapan kecil dengan ukuran kapal 5GT.

Berdasar penelitian MJO berkontribusi terhadap kenaikan gelomang tinggi laut pada saat MJO aktif, terlebih jika MJO berada di atas fase ketiga, yang juga menjadi kombinasi atas musim barat di beberapa wilayahIndonesia. Siklon, tropis, meski tak terjadi di sepanjang garis ekuator, secara otomatis membentuk alun dari sumber siklon yang bisa menaikkan intensitas gelombang di seluruh perairan Indonesia, dengan berbatasan di Samudera Hindia, Pasifik, Laut China Selatan dan sebagian perairan Australia.

Jika di cuaca ekstrim dan situasi tidak memungkinkan, aktifitas laut seperti nelayan hingga pengiriman barang, sangatlah beresiko tinggi, maka di butuhkan asuransi pengangkutan bagi pihak pelayaran atau ekspedisi laut, percayakan kepengurusan asuransi ekspedisi maritim bersama pialang asuransi terpercaya.(arm)