PORTAL ASURANSI TERPERCAYA
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588

Tips Pendakian, Wisata dan Olahraga Yang Memerlukan Kesiapan

Pariwisata  |  06 January 2021  |   453 Pengunjung

Tips Pendakian, Wisata dan Olahraga Yang Memerlukan Kesiapan

Pariwisata  |  06 January 2021 Tips Pendakian, Wisata dan Olahraga Yang Memerlukan Kesiapan

Hiking, menjadi trend baru di kalangan Millenial dan Gen-Z sejak ramainya film 5cm karena memang sedikit sekali hobi ini yang di warisi oleh generasi terdahulu (generasi 80an) terlebih, sosial media yang menjadi album foto daring (baca: ajang pamer?) juga mendukung kegiatan ini di lakukan, namun selain itu, banyak hal yang memotivasi kegiatan ini di lakukan, umumnya mapala, atau seseorang yang ingin mendapatkan sesuatu yang berbeda, seperti konsep berwisata kebanyakan, bahwa untuk refreshing adalah membeli pengalaman baru sebagai hiburan jiwa dan pikiran.

Kendati demikian, tahukah kamu, kalau pendakian tak bisa sembarangan di lakukan, maka dari itu kegiatan ini di kategorikan sebagai olahraga ekstrim, beberapa yang menjadi faktornya adalah, cuaca yang bisa saja mengancam jiwa, kontur tanah yang miring dan membahayakan, hingga tipisnya oksigen ketika pendaki sudah melebihi ketinggian 2000m, untuk mensiasatinya, ASURANSIKU.id mengumpulkan poin yang dapat di jadikan acuan buat kamu yang ingin sekali menjajal olahraga ini.

1. Persiapkan Gear / Alat
Jika kamu sama sekali belum memiliki alatnya, bisa di kondisikan dengan tim pendakianmu, namun ada alat utama yang tak bisa di tawar, harus kamu miliki
entah itu harus membeli baru, atau membeli bekas, dan bisa juga menyewanya, alat utama tersebut adalah : Tas Carrier, Sleeping Bag, Matras, Jaket Gunung, Sepatu Gunung, Celana Gunung, Headlamp, Tracking Pole, khusus untuk alat masak, tenda hingga logistik dapat di sesuaikan dengan tim kamu, sedangkan perbekalan utama, seperti obat-obatan, baju ganti, gadget, hingga snack, adalah yang wajib ada di tasmu sendiri. Ingat, jika kamu masih pemula, jangan coba-coba mendaki sendiri, selain investasi peralatannya besar, sedikitnya kamu harus mempelajari ilmu jungle survival, meskipun tak harus se-expert militer ya.

Baca Juga : Pengetahuan Dasar Survival Di Alam Liar

2. Persiapkan Fisik dan Mental 
Sekali lagi, pendakian bukanlah olahraga ringan, maka untuk bisa sukses mendaki gunung hingga puncak, dan pulang dalam keadaan selamat, kamu masih harus olahraga untuk melatihnya, paling di sarankan adalah jogging, tidak menutup peluang dengan bersepeda, idealnya adalah H-14 hari pendakian, serta mental, ini yang paling penting, karena alam liar penuh dengan hal tak ter-prediksi.

3. Contoh bawaan isi tas pendaki
Berikut ASURANSIKU.id rangkum, kira-kira apa saja yang wajib di dalam tas pendaki :
Surat sehat dari yang berwenang : Sebelum masa pandemi sekalipu, di gunung tertentu, seperti Raung, Kerinci, Semeru, Rinjani, yang membutuhkan surat keterangan sehat, bisa dari puskesmas, rumah sakit, hingga klinik prakter dokter / bidan,
Logistik : beras, makanan instan, snack kalori tinggi, minuman instan hangat(kopi, susu, jahe dll) air mineral (karena tak semua gunung ada sumber mata air) umumnya 2 botol besar 2 botol kecil per orang (jika mendaki dengan tim),
Obat-obatan : Obat mata, obat luka luar, minyak kayu putih, perban, obat maag, minyak gosok pijit dll
Baju Ganti : Jaket adalah hal yang wajib, juga bedakan baju saat mendaki dan baju saat tidur, sediakan setidaknya 4 baju keseluruhan, sangat di sarankan untuk tidak memakai apabila ada baju yang basah,
Safety : Khusus yang ini, dapat di sesuaikan jenis gunungnya, seperti gunung raung yang membutuhkan helm pendaki, carabiner, webing, body harnes, dan khusus merapi dan semeru, sangat di anjurkan memakai helm pendaki saja saat hendak summit.
Alat tambahan : Jas hujan ponco, Nesting, Kompor gunung, gas portable, lampu tenda, senter cadangan, flysheet, pisau lipat, sendok makan, alat gali genggam, tisu (per 2019,hampir semua gunung melarang tisu basah).
Pernak-pernik : Trash Bag, Peluit, Kompas, Hand Sanitizer (sebelum pandemi, alat ini sangat di butuhkan di gunung), Benang dan jarum jahit(ini jarang sekali terpikirkan tapi sangat penting, karena jika tas carier kamu overload hingga terputus, kamu bisa menjahitnya).
Tas Pinggang : Di sarankan membawa tas pinggang yang fungsinya memudahkan ketika mengambil sesuatu barang, semisal gadget, power bank, permen, hingga menyimpan pisau lipat.

4. Hormati Adat Istiadat Setempat
Di mana bumi di pijak, di situ langit di junjung, pepatah ini begitu populer dan wajib kita terapkan dimanapun kita berada, termasuk di gunung, karena saat mendaki, sesungguhnya kita adalah tamu dari penghuni asli (flora / fauna), warga / suku sekitar, hingga sesuatu yang tak nampak, dengan cara, tidak melakukan vandalisme, tidak membunuh apapun selain waktu, jangan meninggalkan apapun selain jejak, hingga tidak mengambil apapun selain foto, di samping itu, penggunaan music box sangatlah tidak bijak di camp ground, dan minuman keras juga sangatlah di larang, selain membahayakan kesehatan, akan sangat menghargai ranger (pihak pengelola) apabila kita tidak membawanya.

5. Pelajari Jenis Gunung 
Berhubungan dengan poin 3, yang berkaitan dengan alat safetynya, dan jenis tracknya juga harus di pelajari, semisal, gunung Sumbing lewat jalur garung, yang penuh dengan debu apabila musim kemarau, tentu kamu butuh sunglass juga masker untuk menghindari debu yang mengacaukan pandangan dan menyesakkan hidungmu, ataupun gunung Prau yang pada musim panas, justru malah sangat dingin hingga banyak embun upas (embun beku), tentu ini sangat ekstrim untuk kamu yang tidak mempelajari jenis gunung, dari pengalaman ASURANSIKU.id, untuk ke gunung Prau pada musim panas, di butuhkan sleeping bag yang lebih tebal dari biasanya, dan kamu membutuhkan lip gloss, untuk menghindari bibirmu agar tidak pecah keesokan harinya saat bangun tidur.

Mendaki gunung, adalah jenis pariwisata yang mahal di depan (investasi alat) namun akan sangat murah di hari-hari selanjutnya, jika kamu sudah memiliki alat yang lengkap, teman yang solid, atau jika kamu seorang pendaki yang berpengalaman, di masa depan, kamu hanya membutuhkan biaya yang relatif murah, di banding traveling ke tempat-tempat non-gunung, cukup biaya simaksi yang berkisar antara Rp 25,000 - Rp 75,000, belanja logistik, transporasi, karena kamu hanya membutuhkan tenda untuk bermalam.

Selamat mencoba, semoga artikel ini bermanfaat, dan jangan lupa share ke teman kamu agar bisa mendapat tips ini, tentu, kami juga menyarankan, supaya kamu harus di lindungi oleh Asuransi Perjalanan, di setiap aktifitas travellingmu, termasuk pendakian, terlebih jika gunung yang kamu tuju kategori ekstrim seperti Bukit Raya, Latimojong, Binaiya, Leuser, Kerinci, Rinjani, Semeru, Merapi, Raung, Cartenz Pyramid (jayawijaya).(arm)