PORTAL ASURANSI TERPERCAYA
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588

Penyebab Inflasi dan cara menghadapinya

Finansial  |  01 August 2022  |   301 Pengunjung

Penyebab Inflasi dan cara menghadapinya

Finansial  |  01 August 2022 Penyebab Inflasi dan cara menghadapinya

Inflasi selalu menjadi momok bagi perekonomian negara, karena dengan tingginya inflasi menguatkan ancaman atas kekacauan ekonomi di suatu negara, contoh nyata yang mengerikan adalah kebangkrutan Sri Lanka, kegagalan pemerintahan di negara-negara Afrika, juga di Afghanistan.

Dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, inflasi sebagai kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu, kebalikan dari inflasi adalah deflasi, sedangkan deflasi bisa diartikan sebagai penurunan harga barang dan juga jasa terus menurun, berikut ini adalah penyebab inflasi.

Demand lebih besar
Inflasi di Indonesia disebabkan oleh kelebihan permintaan atau kelebihan permintaan, penyebab inflasi di Indonesia terjadi ketika permintaan atau permintaan masyarakat terhadap suatu barang cukup tinggi, penyebab utama inflasi di Indonesia juga dapat disebabkan oleh munculnya hasrat berlebihan pada sekelompok orang yang ingin memanfaatkan lebih banyak barang dan jasa yang tersedia di pasar.

Keinginan yang berlebihan menyebabkan permintaan yang lebih tinggi sementara pasokan barang terbatas, yang pada akhirnya mengarah pada harga yang lebih tinggi dan menyebabkan inflasi.

Banyaknya jumlah uang beredar
Penyebab inflasi di Indonesia adalah bertambahnya jumlah uang beredar, teori inflasi akibat peningkatan jumlah uang beredar berpendapat bahwa ada hubungan antara jumlah uang beredar dan harga, jika jumlah barang tetap dan jumlah uang yang beredar berlipat ganda, harga barang menjadi dua kali lipat.

Penyebab inflasi di Indonesia terkait dengan jumlah uang yang beredar di masyarakat dapat meningkat ketika suatu negara menggunakan sistem anggaran dengan defisit, untuk menutupi defisit anggaran, pemerintah biasanya mencetak uang baru, yang menyebabkan harga naik, karena hal ini merupakan salah satu kemungkinan yang dapat memicu terjadinya inflasi di Indonesia.

Ekspektasi Ekonomi
Penyebab inflasi di Indonesia adalah inflasi ekspektasi, yaitu suatu penyebab inflasi di Indonesia adalah perilaku masyarakat yang percaya bahwa situasi ekonomi akan membaik di masa depan, ekspektasi masyarakat terhadap situasi ekonomi ke depan dapat menjadi penyebab terjadinya inflasi di Indonesia, khususnya inflasi permintaan atau inflasi biaya produksi, jenis inflasi ini tergolong sulit untuk dideteksi karena kejadiannya yang tidak terlalu signifikan.

Dampak dari inflasi
Lalu, apakah ada dampak dari inflasi, dan siapakah yang terdampak ? menguntungkan atau merugikan kah ? inflasi yang tinggi dapat melemahkan daya beli masyarakat, terutama bagi pekerja yang tidak menerima kenaikan upah, inflasi membuat harga barang dan jasa naik, tentunya hal ini akan membuat pengeluaran seseorang menjadi lebih besar, sementara pendapatan tidak naik/tetap, yang pada akhirnya, daya beli masyarakat akan melemah

Inflasi tinggi pun juga mengacu pada kenaikan harga umum barang dan jasa, karena ini dapat berdampak positif bagi produsen, karena dari inflasi sebagian besar dapat menutupi biaya produksi karena harga jual telah meningkat, maka dari itu keuntungan produsen dapat meningkat

Disamping itu Inflasi juga dapat berdampak negatif terhadap ekspor suatu negara, yang diantara penyebab inflasi adalah biaya ekspor menjadi lebih mahal, lain dari pada itu, meningkatkan harga produk ekspor yang dapat mempengaruhi daya saing produk di negara tujuan ekspor, yang pada akhirnya, dapat mengurangi devisa negara.

Setelah mengetahui lebih jelas mengenai inflasi, ada beberapa cara yang dapat diterapkan untuk mengendalikan ataupun mencegah terjadinya inflasi di suatu negara, salah satu hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah menjual surat berharga, meningkatkan jumlah uang beredar dari kas bank umum, atau meningkatkan suku bunga.

Menabung bisa menjaga keuangan tetap terjaga, dan hasil dari tabungan bisa dialokasikan pada instrumen investasi agar menjaga keuangan pribadi tidak collapse, salah satunya berinvestasi di pasar modal, ataupun mata uang asing, serta upaya menjaga cash flow tetap stabil seperti dengan perencanaan keuangan yang baik, maka memiliki asuransi pribadi adalah cara terbaik supaya terhindar dari segala pengeluaran yang tak terduga, seperti perbaikan mobil dari kerusakan yang dapat dijamin dengan asuransi mobil.(Arm)