PORTAL ASURANSI TERPERCAYA
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588

Bandara Pondok Cabe segera beroperasi untuk penerbangan komersil

Pariwisata  |  28 July 2022  |   399 Pengunjung

Bandara Pondok Cabe segera beroperasi untuk penerbangan komersil

Pariwisata  |  28 July 2022 Bandara Pondok Cabe segera beroperasi untuk penerbangan komersil

Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, bakal beroperasi untuk penerbangan komersial Wings Air mulai 5 Agustus 2022, bandara itu akan dioperasikan untuk penerbangan komersial dengan rute penerbangan ke beberapa lokasi, di antaranya Purbalingga (PWL), Cepu, Blora (CPF), dan Lampung (TKG).

Tentunya hal ini akan memudahkan bagi para warga kota sekitar seperti Depok, Bogor dan tentunya Tangerang Selatan, kendati diketahui jalur sekitarnya memang sangat macet dan risiko mengalami keterlambatan bagi pengguna yang hendak terbang melalui bandara yang tergolong kecil ini, Penerbangan ini turut mendukung pergerakan rantai ekonomi dan logistik antar pulau,antar provinsi dan antar daerah dalam upaya percepatan pemulihan perekonomian

Di situs online penjualan tiket, penerbangan menuju Purbalingga dihargai Rp1,14 juta, kemudian untuk menuju Cepu penumpang harus membayar Rp1,67 juta, paling murah adalah penerbangan menuju Bandar Lampung yakni Rp886.000. Selanjutnya rute  penerbangan komersial lain secara bertahap akan memanfaatkan operasional bandara ini. 

Pengelolaan penerbangan komersil akan dilakukan PT Angkasa Pura II bekerja sama dengan PT Pelita Air sebagai operator. Semula fungsi komersil direncanakan di Bandara Pondok Cabe sejak 2021 silam namun baru terealisasi setahun kemudian, seperti diketahui Bandara Pondok Cabe juga akan dimanfaatkan sebagai pengganti sementara operasional Bandara Halim Perdanakusuma selama revitalisasi.

Per tanggal 26 Januari 2022, Bandara Halim Perdanakusuma akan mulai menjalankan skenario perpindahan operasional penerbangan ke lima bandara penerima (recipient), dengan begitu bandara ini akan ditutup selama 3,5 bulan dalam rangka revitalisasi. 

Sejumlah maskapai penerbangan seperti Travira Air, Pelita Air, Premi Air, Susi Air, Transwisata, Jhonlin dan Fasi akan melakukan aktivitas penerbangan melalui Bandara Pondok Cabe selama penutupan sementara Bandara Halim Perdanakusuma, sementara itu, maskapai penerbangan Wings Air yang akan wira-wiri melintas di Pondok Cabe tengah berproses membuka rute penerbangan dari Bandara Pondok Cabe ke Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga. 

Rute ini bakal menjadi alternatif penerbangan Purbalingga-Jakarta selama Bandara Halim Perdanakusuma direvitalisasi, pembukaan rute baru Wings Air ini tak lepas dari kondisi pandemi yang membaik, seiring dengan hal itu, pembatasan juga dilonggarkan. Ini menjadi momentum untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah, khususnya Purbalingga.

Lokasi Bandara Pondok Cabe dinilai lebih strategis karena lebih dekat ke sejumlah kota besar Ibu Kota seperti Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang Selatan, Depok, Bogor, Bekasi, dan daerah sekitar lainya, maka, penumpang dari dan ke Purbalingga dari kota-kota besar itu lebih mudah.

Saat ini maskapai Wings Air tengah mempersiapkan rencana uji coba terbang awal atau route evaluation, simulasi rute dan jadwal layanan keberangkatan serta jadwal kedatangan, dokumen, dan perizinan, karena pada rute ini, Wings Air rencananya akan  menggunakan pesawat baru berteknologi modern jenis ATR 72-600 dan ATR 72-500.

Sejarah bandara Pondok Cabe

Bandara Udara Pondok Cabe ini dulunya merupakan pangkalan militer di era Perang Pasifik. Pasukan sekutu yang datang ke Jawa pada 1942, menyiapkan rencana pertahanan udara, dalam rencana tersebut disiapkan sejumlah lapangan terbang di bagian  barat Jawa, yakni Pondok Tjabe (Pondok Cabe), Tjisaoek (Cisauk), Andir (kini Lanud Husein Sastranegara) di Bandung, dan Tasikmalaya. 

Masing-masing diberi 32 pesawat tempur, karena di Pondok Tjabe dan Tjisaoek dinilai cocok untuk tempat perlindungan karena tersamar oleh kerimbunan sekitar, bandara Pondok Tjabe secara khusus direncanakan menerima dua skuadron pesawat tempur Hawker Hurricane milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (Royal Air Force/RAF). 

Rencana berubah ketika Jepang telah menyerang Sumatera, di Pondok Tjabe rencananya akan menerima 25 unit Hawker Hurricane RAF yang sebagian besar belum siap beroperasi, RAF dan Angkatan Udara Australia (RAAF) juga mereorganisasi skuadron  pesawat pengebom mereka setelah mundur dari Singapura dan Malaya, dan kini, RAAF menerjunkan CAC Wirraway sebagai pelengkap Hawker Hurricane, Vickers Vildebeest, dan bomber torpedo Fairey Albacore.

Jepang pada akhirnya menyerah dan Bandara Pondok Cabe jatuh kembali ke tangan Belanda hingga Agresi Militer Sekutu berakhir pada 1950, yang kemudian bandara bandara di Indonesia dinasionalisasi oleh TNI AU, termasuk Bandara Pondok Cabe yang akhirnya membentuk segitiga emas bersama Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Budiarto Curug. 

Bandara Pondok Cabe saat ini dikenal sebagai markas homebase dari maskapai Pelita Air Service yang merupakan anak perusahaan PT. Pertamina yang juga menjadi pengelola bandara tersebut, kini riwayat bandara bersejarah tersebut akan dinikmati masyarakat luas sebagai hub dari penerbangan komersil.

Untuk memulai perjalanan baik darat, laut maupun udara, jangan lupakan memiliki asuransi perjalanan agar perjalanan kamu aman, nyaman dan mendapat jaminan seperti penggantian biaya saat tertinggal pesawat maupun santunan apabila kamu mengalami  kecelakaan.(Arm)