PORTAL ASURANSI TERPERCAYA
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588

Penyebab dan atasi pusing setelah makan kambing

Gaya Hidup dan Kesehatan  |  08 July 2022  |   141 Pengunjung

Penyebab dan atasi pusing setelah makan kambing

Gaya Hidup dan Kesehatan  |  08 July 2022 Penyebab dan atasi pusing setelah makan kambing

Lebaran Idul Adha tinggal hitungan hari, Hari Raya yang bersamaan dengan musim Jamaah Haji, dirayakan oleh Umat Islam seluruh Dunia, dengan suka cita menyumbangkan hewan qurban untuk dipotong dan dinikmati bersama, mengajarkan rasa ikhlas dan berserah diri pada Tuhan Yang Maha Esa, hewan qurban yang direkomendasikan adalah Kambing, Unta, Sapi, Kerbau.

Kambing menjadi favorit, selain harganya murah, menjadi simbol jelmaan Nabi Ismail, dimana konon dikisahkan pada medio 1850 sebelum masehi sang Nabi yang disebut sebagai Bapak para  Nabi dari keyakinan umat Islam, melaksanakan Syariat pertamanya, dengan penuh ujian menyembelih Putera tercinta, setiap tahunnya Umat Islam merayakan dan mengenangnya. Perayaan  dengan makan kambing yang sudah tradisi ini rasanya menjadi momok bagi sebagian orang, lalu bagaimanakah cara menikmatinya ?

Rasa pusing terjadi karena kandungan zat tiramin dan zat besi pada daging sapi dan kambing yang tinggi, padahal, Zat besi dibutuhkan dalam jumlah tertentu untuk memproduksi protein  hemoglobin dan bertugas mengangkut oksigen di pembuluh darah, apabila berlebihan saat mengkonsumsi zat besi, maka efek yang terjadi seperti mual, pusing dan sakit kepala, nafas pendek dan tubuh lemah.

Tak hnya zat besi, pemicu pusing lainnya adalah zat yang bernama tyramin, apa yang dimaksud dengan tyramin? Tyramine adalah zat yang diproduksi oleh protein ketika makanan mulai  dibiarkan lama, semakin lama umur makanan, maka semakin banyak juga tyramine yang diproduksi.

Tiramin merupakan asam amino yang dapat memicu sakit kepala dengan cara mengurangi kadar serotinin pada otak dan mempengaruhi pembesaran pembuluh darah, bila dikonsumsi secara berlebihan zat ini juga dapat meningkatkan tekanan darah terutama pada penderita darah tinggi.

Bisa jadi karena alergi
Alergi daging sapi merupakan salah satu jenis alergi daging yang paling sering terjadi, reaksi tubuh saat mengalami alergi adalah menghasilkan histamin, yang salah satunya dapat  menyebabkan pusing atau sakit kepala, selain itu, alergi ini biasanya juga disertai dengan sejumlah gejala lain, seperti kulit gatal, bersin-bersin, dan mual. 

Mengatasi pusing sehabis makan daging
Jika karena alergi, dokter mungkin akan meresepkan obat antialergi dan melarang kamu untuk mengonsumsi daging, dokter juga dapat menyarankan kamu untuk mengonsumsi makanan lain  sebagai sumber zat besi dan protein, jika penyebab sakit kepala setelah makan daging dikarenakan porsi yang berlebihan atau kesulitan mencernanya, maka perubahan pola makan bisa dilakukan. 

Misalnya, mengurangi porsi daging dan mengunyahnya dengan baik sebelum ditelan, apabila pusing sesudah makan daging disebabkan oleh gangguan masalah kesehatan, dokter akan memberikan perawatan dan pengobatan yang sesuai. 

Segera hubungi dokter jika pusing disertai gejala stroke, seperti kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh atau wajah, pandangan buram, kebingungan, kesulitan berjalan, tidak bisa  tersenyum, dan sakit kepala hebat.

Seru sekali bukan ? selain merasakan nikmatnya makanan hasil perayaan dan kebersamaan, menyantap daging yang bergizi ini memang berisiko bagi beberapa yang telah memiliki penyakit  atau sedang menderita penyakit tertentu, maka dari itu tidak perlu parno, makan secukupnya agar tidak menimbulkan bahaya.

Makanan bergizi bisa didapatkan dari manapun, termasuk daging Kambing, yang penting bagaimana cara mengolah dan porsinya, tetaplah berolahraga, mengolah jiwa dan batin dengan cara berpuasa, sebagaimana yang disunnahkan oleh Nabi terhadap umat Islam, pada sehari sebelum Idul Adha, dengan sebutan puasa Arafah, lengkapi diri dengan instrumen Asuransi  Kesehatan, agar setiap saat merasa terlindungi dari kerugian finansial apabila terserang penyakit tertentu, semakin muda membeli asuransi kesehatan, semakin murah harganya.(Arm)