PORTAL ASURANSI TERPERCAYA
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588

Suka touring ? berikut jenis motor yang cocok buatmu

Otomotif  |  06 July 2022  |   413 Pengunjung

Suka touring ? berikut jenis motor yang cocok buatmu

Otomotif  |  06 July 2022 Suka touring ? berikut jenis motor yang cocok buatmu

Menempuh jarak jauh dengan sepeda motor sudah lama menjadi hobi bagi sebagian orang, pasalnya aktivitas seperti ini memang memacu adrenalin dan memberikan tantangan tersendiri, seolah membawa diri ke tempat jauh dengan perbekalan terbatas, dan kendaraan yang jauh dari standar kenyamanan, saking ber risiko nya, asuransi pun tidak akan memberikan cover apabila pelaku touring mengalami kecelakaan.

Biasanya para moto rider, sebutan para pemotor touring, jika di Indonesia dengan slogan yang sama yaitu Salam Satu Aspal, tidak akan berpikir panjang merogoh kocek untuk modifikasi kuda besi kesayangan, hingga membuat nyaman, tampak gagah, dan menambah beberapa penerangan, termasuk 'bagasi', apa sajakah motor yang cocok untuk touring ? simak artikel ini.

Honda CBX 150
Bentuk tangkinya masih mirip dengan CB150R bedanya ialah di tekukan paha, kemudian bagian tengah bodi atau di area bawah jok juga berbeda menyesuaikan bentuk tangki, setang lebar dan cukup tinggi diklaim membuat pengendara nyaman ketika berkendara dalam kota ataupun touring jarak jauh dengan posisi tegak yang ergonomis.

Suspensi depan upside down mirip seperti CB150R bedanya ialah suspensi ini lebih panjang 30 mm ketimbang saudaranya yang versi naked dengan jarak main 150 mm, jarak terendah dengan tanah kini 180 mm, tapi tetap dengan lingkar pelek depan belakang sama yakni 17 inci, depan pakai ban 100/80 dan belakang yakni 130/70.

Dimensi CB150X memiliki panjang 2.031 mm, lebar 796 mm, dan tinggi 1.309 mm. Tinggi jok 817 mm, jarak sumbu roda 1,315 mm, berat kosong 139 kg, dan kapasitas tangki 12 liter.

Versys X250
Motor petualang Kawasaki ini memiliki posisi duduk yang nyaman buat postur orang Asia termasuk Indonesia yang tidak terlalu tinggi, tampilannya cukup sporty dengan tameng angin tinggi di depan, memiliki panelmeter gabungan digital dan analog, bobot motor ini mencapai 173 kg, kapasitas tangki mampu menampung hingga 17 liter, jok Versys-X 250 lebar dan dibuat bertingkat, pada bagian belakang sudah dilengkapi dengan bracket untuk pemasangan boks.

Suzuki GSX-S 150
Sebenarnya ini adalah motor edisi terbatas di Indonesia, dibuat menggunakan basis motor GSX-S150 standar, dengan berbagai fitur yang disematkan membuatnya menjadi motor spesialis touring, harganya cukup murah, ketika itu masih di kisaran Rp 25 jutaan, dengan kapasitas mesin 150cc, motor ini punya bobot ringan sehingga nyaman untuk berkendara jarak dekat, maupun jauh.

Yamaha Byson
Dibekali dengan mesin 150cc, Byson terbaru sudah menggunakan fuel injection, dengan gas buang yang sudah lulus uji Euro 3, yang menarik tentu saja adalah harganya, byson bisa dibawa pulang dengan biaya hanya Rp22 jutaan saja, jauh lebih murah dibanding motor touring yang lain, hanya saja, kamu mungkin masih harus melakukan beberapa modifikasi untuk membuat motor ini menjadi tourer murni.

Apapun motornya, kamu bisa menjadikannya sebagai motor touring terbaik, salah satu cara termudah adalah dengan menambahkan berbagai aksesori aftermarket, semisal boks belakang, windhsield, penggunaan ban dual purpose, dan lain-lain, kamu pun bisa melakukan penyesuaian lain supaya motor tersebut jadi lebih nyaman diajak berkendara jarak jauh.

Seperti pada bagian setang, kalau terlalu rendah bisa ganti dengan ukuran yang lebih tinggi, khususnya di motor-motor dengan setang telanjang.

Seru bukan, melakukan Satmori (Saturday Morning Ride) atau Sunmori (Sunday Morning Ride) bersama rekan kerja, sanak family atau teman satu komunitas, persiapkan fisik agar prima, termasuk perbekalan seperti obat-obatan dan perbekalan teknis, agar jika terjadi sesuatu di jalan dapat memperbaiki.

Berkendaralah dengan santun dan menghormati sesama pengguna jalan, agar tidak menimbulkan keributan di jalan raya, lengkapi surat-surat, berdoa sebelum berkendara, ingat tujuan utama adalah pulang dengan selamat, bukan mencapai tujuan dengan kecepatan maksimum, selalu miliki asuransi kesehatan, apabila dalam perjalanan terpaksa harus mengunjungi klinik kesehatan karena kondisi lelah atau sakit saat perjalanan.(Arm)