PORTAL ASURANSI TERPERCAYA
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588

Perbedaan Asuransi Jiwa Endowment dan Asuransi Unit Link

Umum  |  15 June 2022  |   401 Pengunjung

Perbedaan Asuransi Jiwa Endowment dan Asuransi Unit Link

Umum  |  15 June 2022 Perbedaan Asuransi Jiwa Endowment dan Asuransi Unit Link

Asuransi Endowment atau asuransi dwiguna adalah salah satu asuransi yang banyak digunakan di Indonesia, apa yang dimaksud asuransi jiwa dwiguna ? adalah sebuah produk asuransi yang dikombinasikan dengan akumulasi dana.

Asuransi jenis ini dibuat khusus untuk para pelanggan yang ingin memastikan akumulasi kekayaaan dan keamanan finansial, terdapat dua kegunaan maka dari itu disebut Dwiguna, yang pertama adalah perlindungan jiwa, yang kedua asuransi ini serupa tabungan, sedikit mirip dengan tabungan rencana maupun asuransi unit link memang.

Intinya, kalau kita ikut asuransi jiwa dwiguna, kita harus membayar premi secara rutin sampai batas waktu yang disepakati. Misalnya 10 atau 20 tahun. Bisa juga memakai batas usia tertentu, misalnya 60 tahun. Dengan menjadi peserta asuransi ini, kita "Diwajibkan" menabung hingga kesepakatan waktu tersebut. Hingga kontrak itu berakhir, kita mendapat manfaat berupa asuransi jiwa.

Seumpamanya peserta sakit parah hingga gak bisa bekerja atau bahkan meninggal dunia, maka tabungan itu akan diurusi pihak asuransi. Sampai batas waktu yang telah ditentukan, dana akan mengalir terus ke tabungan hingga bisa dicairkan oleh ahli waris saat kontrak berakhir.

Dari penjelasan di atas, fungsi asuransi jiwa dwiguna juga bisa dibilang mirip-mirip dengan asuransi unit link. Tapi sebenarnya perbedaan keduanya cukup mencolok. Sebab, fokus asuransi jiwa dwiguna lebih pada tabungan. Asuransi jiwa menjadi pelengkap semata.

Sedangkan asuransi unit link lebih berfokus pada asuransi jiwa. Di satu sisi, investasi diperhatikan. Namun asuransi yang menyertai gak bisa ditinggalkan.

Terdapat beberapa kekurangan dan kekurangan dari masing-masing jenis asuransi tersebut, sesuai dengan kebutuhan nasabah. Artinya, kita sendiri selaku nasabah yang bisa menentukan, pilih asuransi jiwa dwiguna atau unit link. Secara umum, berikut ini kelebihan dan kekurangan asuransi jiwa dwiguna (endowment)  dan unit link.

Kelebihan Asuransi Dwiguna

  • Nasabah wajib menabung, berguna banget buat yang kesulitan menyisihkan gaji tiap bulan untuk ditabung.
  • Hasil pembayaran premi sudah pasti, yakni tabungan.
  • Mendapat bonus asuransi jiwa, berguna bagi keluarga jika kita tiba-tiba dipanggil menghadap Yang Kuasa.

Kekurangan Asuranis Dwiguna

  • Hasil terbilang sedikit, kalah dibanding laju inflasi.
  • Premi lebih tinggi.
  • Dana ngendon sebagai tabungan, gak bisa diutak-atik.

Kelebihan asuransi unit link adalah 

  • Dana premi bisa dialokasikan untuk berbagai jenis investasi untuk meraih imbal hasil maksimal, tergantung pada kondisi pasar.
  • Bisa mendapat asuransi sekaligus berinvestasi.
  • Bisa sekalian belajar investasi, karena ada laporan hasil investasi tiap bulan.
  • Premi lebih rendah.

Meski begitu terdapat kekurangan asuransi unit link, yang adalah 

  • Terdapat risiko investasi memble, sehingga malah rugi alih-alih mereguk keuntungan finansial dari investasi.
  • Investasi ditangani secara privat oleh perusahaan asuransi, sehingga kita gak bisa ikut campur saat investasi berjalan.
  • Imbal hasil investasi gak bisa langsung dinikmati setidaknya pada 5 tahun pertama pembayaran premi, karena ada yang namanya biaya akuisisi.

Proses pencaira dana asuransi endowment
Biaya pendidikan semakin hari semakin mahal. Meski begitu, pendidikan tetap tidak bisa dinomorduakan. Oleh karena itu, mempersiapkan dana pendidikan seawal mungkin adalah solusi terbaik yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan memiliki asuransi pendidikan yang merupakan varian dari asuransi endowment. Dengan memiliki asuransi pendidikan, biaya pendidikan anak pun terjamin dengan baik.

Kamu pun bisa menentukan sendiri masa pembayaran dan juga besaran preminya. Keduanya bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial yang ada. Selain itu, kamu pun memiliki kebebasan dalam pencairan manfaat dana tunai.

Contoh jenis asuransi jiwa berjangka 
Sebenarnya, asuransi jiwa berjangka adalah asuransi jiwa murni. Jenis asuransi jiwa ini adalah produk asuransi yang memberikan perlindungan jiwa selama waktu tertentu. Biasanya masa pertanggungan produk asuransi ini adalah selama 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun, 25 tahun, atau 30 tahun, tergantung, kamu ingin memilih yang mana. 

Jika dalam masa pertanggungan tertanggung meninggal dunia, ahli waris tertanggung akan mendapatkan uang pertanggungan dari pihak asuransi. Selain kematian, polis asuransi ini juga menawarkan pertanggungan tambahan seperti santunan cacat tetap, pembebasan premi hingga pertanggungan kredit.

Putuskan segera produk asuransi mana yang akan segera anda beli, karena berkaitan dengan sedia payung sebelum hujan, agar lebih awal bersiap, semakin mudah meminimalisir risiko di kemudian hari, pilih asuransi jiwa dari perusahaan asuransi ternama, ASURANSIKU.id hanya menjual produk unggulan berkualitas.(Arm)