PORTAL ASURANSI TERPERCAYA
Senin - Jumat 08:30 - 17:30 WIB
Nomor Telp Asuransiku.id 021 806 00 828 / Nomor Whatsapp Asuransiku.id 0812 1234 7023
Instagram Asuransiku.id Facebook Asuransiku.id Youtube Asuransiku.id Twitter Asuransiku.id Linkedin Asuransiku.id
Senin - Jumat 08:30 - 17:30 WIB
Nomor Telp Asuransiku.id 021 806 00 828 / Nomor Whatsapp Asuransiku.id 0812 1234 7023

Penyebab Motor Injeksi Tarikan Gas Kurang Stabil


Otomotif  |  11 July 2023  |   4927 Pengunjung

Penyebab Motor Injeksi Tarikan Gas Kurang Stabil

Otomotif  |  11 July 2023 Penyebab Motor Injeksi Tarikan Gas Kurang Stabil

Sewaktu akan berkendara motor, yang terpenting supaya melaju di aspal ialah memutar bagian handle gas. Namun bila sewaktu menarik handle gas terjadi kestabilan yang kurang serasa akan mogok, messti pengendara motor tak terasa nyaman.

Terlebih bagi Sahabat ASURANSIKU.id pemilik sepeda motor dengan teknologi injeksi serta kurang memahami penyebab dan cara perbaikan motornya supaya nyaman dipakai kembali.

Berikut ASURANSIKU.id dari divisi asuransi mobil akan menjelaskan penyebab-penyebab gas motor injeksi kurang stabil.

1. Saringan Udara Tak Berfungsi
Fungsi utama sebuah filter udara yaitu menyaring udara yang masuk pada ruang bakar supaya tak tercampur kotoran serta partikel  debu. Bila kondisi filter udara kotor, tarikan gas motor kurang ringan dan tak stabil.
Motor mendadak sering mati atau mogok ketika filter udara kotor digunakan. Filter atau saringan udara menjadi kotor bisa karena lingkungan berdebu serta usia pemakaian kendaraan. Pastikan Sahabat ASURANSIKU.id sering cek kondisi motor terutama dibagian saringan udara agar penyebab gas motor injeksi tidak stabil bisa diatasi.

2. Jarak Busi Dengan Perenggangan Kurang Tepat
Busi yang diatur kerenggangannya dengan tepat sanggup bekerja baik. Ukuran kerenggangan pada busi sangat berpengaruh terhadap suhu pengapian busi. Oleh karenanya pembakaran bahan bakar serta udara pada mesin ikut mempengaruhi juga.

Memperbesar kerenggangan busi membuat percikan api semakin besar, hingga beberapa mesin dengan modifikasi biasanya dapat maksimal.

Meski seperti itu, pemasangan busi yang kurang tepat menjadikan insulator retak. Sedangkan bila busi, pengencangannya terlalu keras menyebabkan ulir jadi patah. Hal ini merupakan penyebab tarikan gas kurang stabil di motor injeksi.

3. Setelan Klep Salah
Penyebab gas kurang stabil penyebabnya bisa dari setelan klep yang kurang sesuai. Tekanan kompresi pada ruang bakar dipengaruhi oleh setelan klep atau valve.
Bila klep rapat dengan standar kurang tepat, membuat onderdil tersebut lebih lama menutup, pembukaan yang terlalu lama membuat gas jadi masuk terlalu banyak.
Bila disetel terlalu renggang berarti klep menjadi lambat membuka serta cepat menutup. Hal ini membuat campuran bahan bakar udara jadi cepat hingga jumlah yang masuk lebih sedikit.

4. Putaran Stasioner Mesin Bukan Standar
Jika putaran stasioner rendah, bisa menyebabkan tarikan gas kurang stabil. Setelan putaran stasioner yang bukan standar menyebabkan tarikan gas terasa kurang nyaman.

5. Sensor Injeksi Terjadi Kerusakan
Rencana tersebut muncul akibat permintaan tinggi sepeda motor area Asia yang mempunyai kapasitas mesin 250 cc kebawah.
Injektor berfungsi sebagai penyemprot bahan bakar pada ruang pembakaran, dengan partikel-partikel menjadi uap. Injektor dalam sistem PGM-FI dapat menciptakan partikel bahan bakar paling halus di dunia.

Namun bila injektor motor kotor maka konsumsi bensin kurang bagus, serta dapat mempengaruhi kualitas semprotan pada bensin. Efek dari ini, tarikan gas motor kurang stabil.

6. Kurang Tekanan Bahan Bakar
Setiap motor injeksi pasti sudah dilengkapi pompa bahan bakar serta fuel pump. Tekanan bahan bakar yang di pompa dapat diukur dengan memakai alat yang bernama fuel pressure gauge.

Ukuran tekanan bahan bakar bisa disetel sesuai tipe dari tiap sepeda motor itu sendiri. Bila lalai pada standarisasi tekanan bahan bakar, maka tarikan gas tidak stabil.