PORTAL ASURANSI TERPERCAYA
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588

Risiko dibalik pengobatan alternatif

Gaya Hidup dan Kesehatan  |  25 June 2022  |   182 Pengunjung

Risiko dibalik pengobatan alternatif

Gaya Hidup dan Kesehatan  |  25 June 2022 Risiko dibalik pengobatan alternatif

Pengobatan alternatif tak ubahnya pengobatan medis, terdapat proses diagnosa, pencarian akar masalah, hingga vonis yang dijatuhkan bagi para praktisi pengobatan alternatif tersebut, apakah berdasar ilmu medis atau tidak, kebanyakan dipercaya oleh pasiennya, dan tersugesti, namun tidak jarang sembuh, tidak jarang juga malah tambah parah.

Sangat penting bagi kamu untuk mengetahui risiko yang mungkin terjadi setelah menjalani pengobatan alternatif, sehingga kamu dapat lebih waspada, terlebih palagi, sebagian besar jenis pengobatan ini belum melalui tahapan uji klinis, sehingga belum diketahui keamanan serta efektivitasnya dalam pengobatan penyakit.

Risiko pengobatan alternatif
Berdasarkan hasil penelitian ini, kelompok pasien dengan terapi alternatif memiliki risiko kematian yang lebih besar, pasien yang terlibat dalam penelitian ini adalah pasien dengan kanker payudara, paru-paru, dan kolorektal, para peneliti menyimpulkan bahwa pasien yang memilih pengobatan alternatif memiliki risiko kematian yang lebih besar.

Padahal, hingga kini pengobatan kanker konvensional masih memberikan peluang terbesar untuk penyembuhan kanker. Selain itu, saat ini bukti medis tentang efektivitas pengobatan alternatif untuk kanker masih terbatas, dan sudah mulai terjangkau dengan bantuan pemerintah seperti BPJS kesehatan.

Terdapat tips apabila terpaksa harus menempuh pengobatan alternatif, yaitu iskusikan dengan dokter atau tenaga kesehatan kamu terkait pengobatan alternatif yang kamu pertimbangkan, hal ini penting dilakukan untuk memastikan terapi alternatif tidak membahayakan atau bertentangan dengan perawatan penyakit kamu. Sebab, bisa saja produk herbal dan suplemen makanan dapat berinteraksi dengan obat-obatan yang kamu gunakan.

Taukah kamu, terdapat beberapa pengobatan alternatif yang membantu pengobatan konvensional

Yoga
Yoga dan meditasi adalah pengobatan alternatif yang masuk ke dalam kategori penyembuhan dengan sentuhan. Gerakan yoga dirancang sebagai 'jalan' untuk menuju pencerahan spiritual, kini, yoga juga populer sebagai salah satu bentuk latihan dan manajemen stres. Sama halnya dengan teknik meditasi, dapat dikatakan bahwa kedua terapi komplementer ini dapat membantu meredakan stres, meningkatkan kebugaran tubuh, serta menjaga keseimbangan tekanan darah.

Pengobatan Herbal
Adapun terapi alternatif atau komplementer yang menggunakan tanaman obat. Biasa juga disebut sebagai obat-obatan herbal, ini adalah pengobatan yang menggunakan tumbuhan untuk mengatasi penyakit tertentu, namun, berbeda dengan obat medis, tidak semua obat herbal mempunyai uji klinis yang jelas, maka dari itu, konsultasikan terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.

Pemijatan dan Reiki
Pijat adalah jenis terapi komplementer yang melibatkan gerakan menekan serta menggosok kulit, otot, hingga ke bagian ligamen untuk memanipulasi jaringan lunak tubuh, terapi ini fungsi utamanya adalah untuk menenangkan serta membantu mengurangi rasa sakit pada tubuh, seperti Nyeri otot, sakit punggung, fibromyalgia.

Karenanya bagi sebagian masyarakat skses pengobatan medis lebih sulit jika dibandingkan dengan pengobatan alternatif, ada kemungkinan terapi alternatif lebih terjangkau, tidak ada birokrasi, serta sesuai dengan pemahaman budaya atau kedekatan pasien dengan terapis, termasuk pada orang yang sebelumnya mempunyai pengalaman negatif dari pengobatan medis sebelumnya.

Penyebab masyarakat memilih jalan pengobatan alternatif adalah karena memang mudah mengikuti kata keluarga besar seperti orang tua yang sudah turun temurun, ditambah lagi psikologis penderita yang menurun terlebih saat mendapat vonis penyakit berat, lalu takut menjalani tindakan medis yang harus seringkali membedah tubuh.

Hal yang tak terbantahkan adalah, bahwasanya pengobatan medis telah mempunyai penelitian yang ketat. Melalui uji klinis, para ilmuwan dapat menentukan efektivitas teknik, obat, hingga program perawatan, sedangkan terapi alternatif atau komplementer mempunyai penelitian yang tergolong minim, meski begitu terdapat beberapa jenis terapi telah diteliti dengan baik oleh para ilmuwan, hal ini pula yang menjadi acuan dokter dalam memberikan rekomendasi terapi tambahan untuk kamu.

Meski begitu habit dan trend pengobatan alternatif tidak harus dihentikan, karena memang terdapat bukti hasil dari penyembuhannya, sayangnya untuk pengobatan jenis ini tidak dicover oleh asuransi kesehatan, maka agar terhindar dari segala penyakit, tetap aware dengan kesehatan, jaga gaya hidup seimbnang, mulailah membeli produk asuransi kesehatan sejak muda agar saat terjadi penyakit yang pengobatannya mahal, mendapat keringanan biaya.(Arm)