PORTAL ASURANSI TERPERCAYA
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588

Perencanaan Keuangan Startup

Bisnis  |  14 May 2022  |   44 Pengunjung

Perencanaan Keuangan Startup

Bisnis  |  14 May 2022 Perencanaan Keuangan Startup

Merencanakan bisnis startup ? terlebih bisnis startup yang bertemakan teknologi, selain menjadi trend, daya tarik dan tantangan, memiliki usaha sendiri dengan penerapan teknologi, tentu akan lebih bergairah, karena pelakunya bukan hanya kamu, maka, sebelum melangkah lebih jauh, kamu harus belajar mengelola keuangannya.

Startup seringkali mengalami kegagalan pada 3 tahun pertama, karena pengelolaan keuangan yang buruk, tentunya bukan diawali dengan perencanaan yang baik dan matang, sehingga pada fase pengembangan dan penelitian terhadap pasar dan minatnya, seringkali sudah pivot tidak jarang juga gulung tikar, simak artikel ini karena akan membahas hal-hal penting.

  1. Setup Cost 
  2. Proyeksi Untung Rugi 
  3. Cashflow Prediction 
  4. Neraca Saldo
  5. Analisa Break Even Point

Di fase pengenalan ini, biaya marketing sangatlah menguras dengan harapan, terciptanya pasar atau bisa mengakuisisi pengguna, kumpulkan beberapa pengguna dan mintalah pendapatnya, apa yang bisa membuatnya betah dan apa yang dibutuhkan untuk mengakomodasi kebutuhannya, agar tidak terus-terusan mengeluarkan biaya marketing besar-besaran.

Setup Cost 
Biaya produksi, perijinan,lisensi, alat, modal awal, biaya marketing, biaya distribusi harus diperhatikan dengan baik, setidaknya untuk satu tahun mendatang, tahap ini besaran biaya yang akan dijalankan wajib dibandingkan dengan sejumlah modal yang dimiliki.

Proyeksi Untung Rugi
Hal ini haram ditinggalkan bagi apapun background dan jenis usahanya, gunakan simulasi perputaran modal, estimasi untung rugi, pengeluaran, analisa pasar dengan SWOT, di titik mana akan balik modal, sampai pendapatan mulai stabil atas penjualan produk kamu.

Dengan proyeksi laba rugi ini, perencanaan keuangan akan lebih jelas, visi misi perusahaan kamu lebih terarah, dari ongkos produksi sampai harga jual produk kamu, polanya sama, gunakan perbandingan omset dengan harga jual pokok serta biaya operasional, lalu tetapkan persentase penjualan sampai bisa mendapatkan profit

Cashflow Prediction
Tidak berbeda jauh dengan proyeksi laba-rugi, di prediksi ini, kamu harus tau estimasi dana yang akan dicatat dan kelak akan dilaporkan sebagai pertanggung jawaban pajak, yang tak lain 
juga menjadi kas besar perusahaan, dalam periode tahunan.

Berkurang atau bertambahnya keuangan ini berkaitan dengan penjualan barang, retensi tagihan, pengeluaran dividen, pembayaran gaji, pembaran hutang, pajak dan lain sebagainya, siapkan data pengeluaran tetap maka kamu bisa memproteksi sampai satu tahun kedepan, karena dengan potensi likuiditas tinggi, tentu cashflow perusahaan kamu sangat rendah, yang artinya startup kamu tidak efektif dalam pemakain uang kas.

Maka, perhitungkan secara matang uang cash perusahaanmu terlebih dalam operasional, piutang perusahaan, lamanya pembayaran dari client, karena ini berkaitan dengan keuntungan semu, yang sering terjadi di startup-startup.

Neraca Saldo 
Memperkirakan neraca saldo sungguh penting, karena dengan perkiraan jumlah pengeluaran dan biaya operasional, kamu akan memiliki keputusan bisnis, apakah dengan membeli aset, pinjaman bank, menambah biaya marketing ataukah waktunya menggaet investor.

Saat melaukan perhitungan neraca, yang perlu menjadi perhatian adalah hasil perkiraan laba-rugi yang meskipun kesemuanya tidak bisa tercatat dengan baik di arus kas, sehingga pencatatannya, kelak dilakukan secara tunai, yang artinya apabila Jumlah Pasiva dan Aktiva tidak seimbang, maka harus di cek kembali, apakah laporan Rugi-Laba dan Cash Flow sudah benar.

Analisa BEP 
Perkirakan juga seberapa anjloknya omset kamu kelak, meskipun bisnis kamu harus tetap jalan dan terus produksi dalam keadaan berdarah-darah, supaya mengetahui pengorbanan ini akan ada hasilnya atau tidak, maka lakukan analisa BEP untuk membantu perencanaan keuangan startup kamu.

Caranya adalah, seimbangkan operasional dengan laba-rugi di level bottom, hitung ilang semua variabel, biaya tetap, volume aktivitas serta keuntungan yang didapat, dalam suatu periode, tentu bisnis kamu mengalaim BEP, sederhananya, dalam situasi tersebut, apabila kondisinya mengindikasikan biaya produksi melebihi total pendapatan, tentunya bisnis kamu di bawah BEP.

Semua ini tentang analisa dan informasi lengkap mengenai jumlah penjualan minimal agar tidak terlalu merugi, serta jumlah penjualan yang harus dicapai untuk meraup laba, pastikan juga,
mengapa dan seberapa besar efek berkurangnya penjualan, agar bisnis tak terus merugi, serta efek perubahan biaya tetap, biaya veriable volume penjualan sampai harga jual, berdasar keuntungan yang didapat.

Menentukan perencanaan keuangan bisnis ataupun startup sangatlah dibutuhkan ketelitian mendalam dan pengalaman dalam berbisnis dan mengelola keuangan lebih baik, maka informasi valid atas keputusan bisnis sangatlah diperlukan, pastikan semuanya terencana, termasuk biaya perbaikan dan pemulihan, terlebih yang berkaitan dengan kejadian tak terduga.

Maka dengan membeli asuransi properti untuk bisnis kamu, segala kemungkinan terburuk bisa diatasi.(Armin)