PORTAL ASURANSI TERPERCAYA
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588

Usia ideal bagi bayi bepergian

Gaya Hidup dan Kesehatan  |  08 August 2022  |   406 Pengunjung

Usia ideal bagi bayi bepergian

Gaya Hidup dan Kesehatan  |  08 August 2022 Usia ideal bagi bayi bepergian

Sedang ramai beredar kabar seorang warga yang nekat menempuh perjalanan jauh dari kota Tegal ke Surabaya hanya untuk berniat menonton pertandingan bola dari tim kesayangannya, namun sepertinya kecerobohan sang Ayah yang tampak tak sayang pada anak bayinya yang baru berusia 6 bulan, malah menyebabkan petaka dan meninggalnya sang bayi.

Diketahui kronologinya, pada hari Sabtu 17:38, sang orang tua memulai perjalanan dari Tegal dan sampai di Surabaya pada 07:10, dimana pada tengah perjalanan seringkali berhenti untuk beristirahat, semua berjalan baik-baik saja, sampai sang bayi mulai  muntah, dan diberi balsem dewasa, hingga saat dibawa ke RS terdekat dan harus rujuk ke RSAL, namun terkendala macet, dan akhirnya tewas diperjalanan, tentunya ini kabar duka, dan tidak seharusnya ada hal seperti ini terjadi kedepannya.

Lalu, berpaakah usia ideal bagi bayi untuk dibawa bepergian ?

Sampai sekarang, belum ada ketentuan baku sebagai waktu yang ideal untuk bayi dibawa bepergian jauh masih, tidak jarang juga bahkan sejak masa-masa terdahulu bayi yang baru saja lahir sudah dibawa pergi jauh oleh para orang tua, berdasar  pengalaman yang sudah pernah terjadi, memang banyak yang langsung bisa membawa pergi jauh maupun menunggu beberapa bulan saat bayi dirasa sudah sanggup bepergian.

Berbanding terbalik jika dari saran medis yang dikutip dari situs kesehatan halodok, bahwa bayi baru dinilai stabil saat berusia 1 bulan atau dengan berat badan 4kg, di usia tersebut, sudah cukup aman untuk berkendara dengan kapal laut, pesawat terbang, mobil, maupun kereta api, namun tetap diawali dengan konsultasi dan mengantongi saran dari dokter spesialis anak ataupun bidan.

Risiko kesehatan

Terdapat risiko kesehatan yang mengancam apabila bayi tetap diajak bepergian jauh, meskipun dalam kondisi stabil, yaitu, masalah saluran pernapasan, diare, infeksi ataupun alergi kulit, penyakit sistemik yang berkaitan dengan demam, dan faktor gigitan  nyamuk, malaria bahkan demam berdarah.

Jika tetap bepergian dengan membawa bayi, pastikan sudah berkonsultasi dengan dokter spesialis anak, terlebih dulu, disamping itu setiap maskapai penerbangan memiliki syarat yang berbeda-beda dalam menerima penumpang infant, biasanya minimal pada usia 2 minggu, namun akan lebih baik menunggu usia minimal 6 bulan, untuk membawa bayi pergi dengan pesawat terbang.

Jika usia dibawah itu akan lebih baik menempuh perjalanan dengan kendaraan pribadi dengan kendaraan jenis mobil yang terhindar dari polusi, panas dan hujan, juga ruang gerak yang leluasa bagi bayi, tentunya sediakan juga keranjang atau tas duduk  khusus, bagi bayi didalam mobil pribadi selama perjalanan.

Berbeda kendaraan

Mengenai jenis kendaran itu terdapat perbedaan kapan harus istirahat berhenti berkendara untuk memastikan kondisi bayi tetap nyaman dan sehat, seperti mengganti popoknya, memberinya ASI atau asupan MPASI, disarankan 1 jam sekali apabila  menggunakan sepeda motor, atau 3 jam sekali saat menggunakan mobil, saat membawa bayi dengan sesekali membuatnya relaks.

Namun kondisi diatas, adalah apabila terpaksa menempuh perjalanan jauh, karena kembali lagi, sebaiknya biarkan bayi tumbuh sehat normal dulu, minimal 1 - 2 tahun apabila diajak pergi jauh, seperti berwisata ataupun mudik, tetap perhatikan keselamatan dan kenyamanannya selama berkendara.

Bayi sangatlah rentan terserang infeksi ditambah lagi kondisi otot maupun tulangnya masih rawan terkena cidera, akan lebih bijak membiarkannya dalam keadaan istirahat dirumah, dan jika harus keluar rumah, sepatutnya mengunjungi area-area yang benar-benar ramah bagi bayi, dan dalam perjalanan yang membuatnya nyaman.

Sebagai orang tua sudah sepatutnya merencanakan hidup termasuk kehidupan bayi juga masa depannya, dengan asuransi pendidikan, asuransi jiwa yang biasanya mencakup asuransi kesehatan yang biasa disebut dengan unit link, akan lebih baik, anak terus terlindung dan terjaga dengan produk asuransi.(Arm)