PORTAL ASURANSI TERPERCAYA
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588

Kenali Gejala Hepatitis Misterius pada anak

Gaya Hidup dan Kesehatan  |  15 May 2022  |   143 Pengunjung

Kenali Gejala Hepatitis Misterius pada anak

Gaya Hidup dan Kesehatan  |  15 May 2022 Kenali Gejala Hepatitis Misterius pada anak

Setelah dinyatakan banyakanya penurunan kasus Covid-19 dan pandemi perlahan dianggap akan hilang, kini muncul kasus lain yang tak kalah seramnya, yaitu Hepatitis anak yang sedang banyak mengincar anak-anak diusia 8 - 13 tahun.

Beberapa kasus lain, penyakit SARS-CoV-2 pun terdeteksi bersarang ditubuh penderita, sebagai kemungkinan dimana anak-anak penyintas Covid-19 dengan sistem kekebalan tubuh atau imun lemah, sehingga membuat tubuh mudah terserang virus lainnya.

Berikut adalah gejala hepatitis akut misterius yang patut diwaspadai : 

  1. Perubahan urine menjadi gelap bahkan hitam kecokelatan 
  2. Warna Feses pusat
  3. Kuning di kulit dan mata 
  4. Nyeri perut
  5. Kadang disertai rasa gatal dan nyeri sendi 
  6. Mual dan muntah
  7. Anak merasa lesu, letih dan lemah 
  8. Diare kadang disertai demam 
  9. Kehilangan Nafsu makan

Polemiknya belum jelas, para ahli kesehatan seluruh dunia belum bisa menyimpulkan, bahkan sampai menyebabkan kematian, tepat pada 5 April 2022 silam, di Inggris Raya, ditemukan 10 kasus Hepatitis Akut yang aneh yang hanya menyerang anak-anak, bahkan penyebabnya pun tidak diketahui, karena virus hepatitisnya tidak dapat dikenali apakah hepatitis A, B atau lainnya.

Pada 8 April 2022, setelah diselidiki mendalam, ternyata menjangkiti 74 anak lainnya dengan kasus serupa, yang ternyata pasien serupa harus dirawat intensif di rumah sakit, sebagian besar banyak ditemukan di Pasifik Barat, Asia Tenggara termasuk Indonesia, Eropa dan Amerika.

Informasi dari Sekretaris Dirjen Kesehatan Masyarakat, Siti Nadia Tarmizi, menyebutkan hingga kini di Indonesia terdapat penularan Hepatitis Akut terdeteksi sebanyak 4 kasus, per 9 Mei 2022,
sedang dalam tahap pemeriksaan dan verifikasi lebih lanjut dari dinkes kabupaten dan kota.

Lebih lanjut menyebutkan, laporan umumnya sebagai penyakit sindrom kuning, KEMENKES menghimbau melakukan peningkatan dan waspada dalam 2 minggu terakhir, karena kasus misterius yang menyerang anak-anak ini, karenanya WHO juga memperingatkan bahwa kasus ini ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa.

Sebagai bentuk antisipasi kita terhadap penyakti misterius baru yang masih terus diselidiki ini, berikut beberapa hal tentang Hepatitis Akut Misterius Anak yang harus Anda 
ketahui berdasarkan penjelasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Apa penyebab Hepatitis Akut Misterius Anak? Hepatitis adalah penyakit peradangan hati. 

Sampai saat ini para ahli di berbagai negara masih terus menyelidiki penyebab utama penyakit Hepatitis Akut Misterius anak, karena penyebaran infeksi yang sering menjadi penyebab virus 
tersebut adalah Hepatitis A, B, C, D dan E, yang implikasinya tidak ditemukan pada pasien penderita, meski begitu, indikasi kuatnya disebabkan dari Adenovirus 41.

Adenovirus 41, adalah pemicu infeksi umumnya yang terjadi pada anak dibawah usia 10 tahun, dan umunnya terjadi sebagai kasus normal, dimana menjadi penyebab muntah-muntah dan diare, kendati demikian, hanyalah indikasi kuat, karena Adenovirus 41, tidak berkaitan secara langsung dengan hepatitis.

Dalam kondisi kronis, gejala penyakit ini bisa menurunkan kesadaran hingga kejang-kejang, lalu bagaimanakah mendeteksi penyakit hepatitis akut pada anak-anak ? penyataan dari Ketua Umum Pusat IDAI dari akun resmi instagramnya di @idai_ig Dr Piprim menyebutkan, pemeriksaan laboratorium dengan peningkatan hasil serum Glutamin Oxaloacetic Transaminase(SGOT) dan (SGPT).

Dimana keduanya adalah enzim yang membuat organ hati memproses protein dan lemak, maka pada anak yang menderita hepatitis akut misterius ini, hasil laboratorium SGOT dan SGPT bisa mencapai 500unit per liter atau mencapai 10kali dari normlanya.

Pada Anak yang Harus Diketahui Saat ditemukan hasil pemeriksaan ALT (SGPT) dan AST (SGOT) tinggi lebih dari 500, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan yang mencakup beberapa 
hal berikut. - IgM anti-HAV - HBsAg - IgM anti-HBc (bila HBsAg positif) - Anti-HCV atau HCV RNA - IgM anti-HDV (bila HBsAG positif) - IgM anti-HEV.

Seorang anak akan dinyatakan sebagai probable hepatitis akut misterius apabila hasil pemeriksaan minimal yang ada yaitu IgM anti-HAV negatif, HBsAg negatif atau IgM anti-HBc negatif (pada HBsAg positif), dan Anti-HCV atau HCV RNA negatif. 
 
Apa hepatitis akut bisa sembuh? Gejala-gejala umum seperti demam, mual, muntah, dan tidak nafsu makan biasanya akan menghilang sendiri setelah satu sampai dua minggu. Sedangkan, berubahnya kulit dan mata menjadi warna kuning akan memuncak sekitar 2 minggu setelah munculnya gejala dan hilang sedikit lebih lama. 

Untuk mengatasi hepatitis akut, perlu diketahui penyebabnya terlebih dahulu agar bisa diberikan pengobatan dengan tepat. Jika hepatitis akut disebabkan oleh virus, biasanya pasien akan 
sembuh dalam waktu 4 sampai 8 minggu. Namun, jika hepatitis terjadi karena kerusakan hati akibat infeksi virus yang parah, konsumsi obat-obatan dan alkohol berlebihan, hepatitis bisa 
memicu terjadinya gagal hati. Kegagalan hati membuat hati tidak bisa menghasilkan protein yang membantu pembekuan darah. 

Jaga anak untuk saat-saat ini dari kegiatan yang membahayakan dan cegah penularan infeksinya, dengan menjaga imun tubuh dan asupan vitamin dan makanannya, perlindungan dengan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan untuk pencegahan dini dari kerugian finansial untuk pengobatan.(Arm)