PORTAL ASURANSI TERPERCAYA
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588

Jaga Kesehatan Mental Saat Isolasi Mandiri

Gaya Hidup dan Kesehatan  |  16 July 2021  |   445 Pengunjung

Jaga Kesehatan Mental Saat Isolasi Mandiri

Gaya Hidup dan Kesehatan  |  16 July 2021 Jaga Kesehatan Mental Saat Isolasi Mandiri

Di landa perasaan khawatir, sedih, takut saat dinyatakan positif Covid-19 seringkali menyerang psikis penderita, belum lagi saat harus isolasi mandiri yang membatasi mobilitasnya, kondisi seperti ini lumrah terjadi, meski begitu, tidak harus dibiarkan agar kondisi mental tetap sehat.

Di kutip dari jurnal psikiater dari UGM (Universitas Gadjah Mada) Ronny Wirasto, menuliskan bahwa isolasi mandiri sebenarnya adalah kondisi yang membuat jarak secara fisik, emosi atau finansial memiliki gap yang menimbulkan beberapa permasalahan baru.

Perasaan frustasi, bosan, stress yang dialami pasien baiknya dialihkan dengan menghibur diri dengan kesibukan-kesibukan bermanfaat, seperti menonton, membaca, membaca berita, mengikuti informasi terbaru mengenai Covid-19, menghubungi sanak family yang jauh.

Beberapa yang layak dilakukan adalah menjaga kebersihan tempat, menggerakkan badan meski tak harus gerakan olahraga berat, agar tetap sehat, seperti olahraga pernapasan, peregangan, meditasi, hingga beribadah.

Baca Juga : Membersihkan Rumah Selama Isolasi Mandiri

Di tambah lagi, pola makan seimbang, hindari informasi yang membuat stress dan tetap melakukan pekerjaan dari rumah, apabila memungkinkan.

Terdapat beberapa perasaan anxiety lainnya yang banyak menghampiri para penderita seperti rasa marah, rasa bersalah, rasa takut menularkan keluarga, sedih, hilangnya nafsu makan, energi yang berkurang, sulit tidur, dan yang paling penting menjadi perhatian adalah rasa sakit kepala dan ulu hati.

Ada baiknya, jika mengalami hal-hal diatas, menghubungi orang terpercaya atau pihak konselor dari applikasi telemedicine untuk mendapat dukungan dan saran profesional untuk meredakan perasaan tersebut selama menjalani isolasi mandiri.

Dukungan moral dan sosial amatlah dibutuhkan untuk memberikan rasa aman serta bantuan kebutuhan utama saat menjalani isolasi mandiri, dukungan dari masyarakat sekitar sangat diperlukan dengan cara tidak melabeli penderita atau memberi stigma yang membuat pasien lebih khawatir, terlebih saat-saat menanti hasil tes Covid-19.(Arm)