PORTAL ASURANSI TERPERCAYA
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588

Fintech dan Insurtech

Finansial  |  29 March 2021  |   150 Pengunjung

Fintech dan Insurtech

Finansial  |  29 March 2021 Fintech dan Insurtech

Perkembangan sistem informasi dengan jargon Teknologi 4.0 ini tengah menjadi perhatian khusus,hingga beberapa pelaku bisnis yang tadinya non-insurance ikut bermain dan berperan di area ini, dinamika startup mengubah paradigma masyarakat dari segala lini kehidupan, termasuk dalam hal simpan pinjam hingga kepengurusan asuransi, tak seribet 10 tahun lalu, di mana masih harus mengatur waktu untuk jumpa dengan agent asuransi, membawa dokumen yang di perlukan, serta mengisi form pendaftaran, cukup merepotkan, berbeda di masa kini yang semuanya di mobilisasi dengan sistem informasi terintegrasi, seinstan itu, proses pendaftaran asuransi.

Kita bahas dulu mengenai Fintech atau Finance Technology, di mana mengautomatisasi business process dari perusahaan finansial, semisal payment gateway, yaitu pembayaran cashless, sistem yang mendisrupsi ini memberi kemudahan untuk pembayaran pada apapun, termasuk pencatatan laporan keuangan sederhana dari pemakai layanan ini, adapun pinjaman online yang juga menjadi trend baru dari Fintech ini, memberi kemudahan pengajuan pinjaman tunai, tanpa agunan, cukup mengunduh aplikasinya melalui playstore / applestore, melengkapi data yang di minta, lalu menunggu keputusan dari platform pinjaman online, jika di setujui, dalam hitungan hari, uang pinjaman nasabah segera cair, namun tetaplah bijak dalam pengelolaannya.

Baca Juga : Gagal Bayar Pinjaman Online Merepotkan Penggunanya

Kelebihan Fintech tentu menjawab segala kebutuhan penggunanya, tanpa perlu repot mengunjungi kantornya sebagai penyedia jasa, namun memiliki sisi lain dimana keamanan data diri kita menjadi jaminan penggantinya, bahkan terdapat juga aplikasi berbasis Financial Advisory atau Situs Perencanaan Keuangan, yang sangat berguna, tanpa menjadi mesin pengumpul data penggunanya, terdapat informasi yang memberikan nasihat keuangan, seperti rencana menabung, rencana investasi jangka panjang, rencana pensiun, hingga perencanaan masa depan dengan membeli asuransi.

Berbeda lagi dengan Insurtech, yang sebenarnya juga berbasis finansial, namun lebih mengakomodasi kebutuhan pengguna akan pembelian jasa Asuransi, beberapa pembuatnya adalah perusahaan pialang asuransi atau biasanya di isi oleh aggregator dari asuransi secara online, berkaca pada startup insurtech pertama dunia, yakni Friendsurance, perusahaan pialang asuransi asal Jerman sejak 2010 yang telah menjajaki penjualan premi asuransi secara online, dengan memakai konsep Asuransi Peer to Peer (P2P) sebagai metode pertanggungannya, tidak butuh waktu lama, di New York menyusul Oscar Health Insurance, juga di England dengan Guevara yang menjual asuransi khusus kendaraan bermotor, hingga kini, startup insurtech kian menjamur juga di Indonesia.

Beberapa kemudahan yang di tawarkan insurtech adalah proses pembayaran sertai pengajuan claim, dan penutupan polis yang relatif mudah, serta fasilitas lainnya yang di berikan.(arm)