PORTAL ASURANSI TERPERCAYA
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588
Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB
021 806 00 828 / 0812-8362-7588

Underwriter tergantikan oleh AI ?

Umum  |  25 June 2022  |   197 Pengunjung

Underwriter tergantikan oleh AI ?

Umum  |  25 June 2022 Underwriter tergantikan oleh AI ?

Komputerisasi segala hal atau yang sering digaungkan sebagai transformasi Industri 4.0 yang mendisrupsi segala bidang, kini mulai merambah dunia Asuransi, dimulai dengan pekerjaan Underwriter atau staff Underwriting, apa itu underwriter ? Underwriter asuransi adalah seseorang dengan tugas menilai, memeriksa, dan menguji kelayakan seorang nasabah untuk menerima manfaat asuransi. Peran underwriter utamanya dibutuhkan guna mengetahui apakah seorang nasabah mengalami risiko yang diasuransikan.

Cara kerja underwriter adalah saat nasabah mengajukan klaim manfaat, pihak asuransi biasanya akan menunjuk pihak underwriter independen guna menganalisa kondisi nasabah. Beberapa aspek yang dianalisa misalnya alasan klaim, jumlah tanggungan nasabah, nilai kekayaan, dan lain-lain,setelah proses analisa usai, underwriter akan membuat laporan underwriting untuk asuransi maupun nasabah. Di dalam laporan underwriting, asuransi bisa memperoleh data terbaru nasabah saat pengajuan klaim dan melakukan sinkronisasi dengan data di awal pendaftaran asuransi nasabah, selain itu, asuransi juga akan memakai laporan underwriting guna melakukan pencairan.

Sebagai contoh adalah bagi asuransi kesehatan, underwriting dilakukan dengan menilai risiko berdasarkan gaya hidup, usia, kesehatan, riwayat kesehatan, pekerjaan, hobi, dan juga berbagai faktor lain yang ditentukan oleh pihak perusahaan asuransi selaku pihak underwriter, sementara untuk asuransi jiwa, maka proses underwriting tidak terbatas pada kondisi yang sudah pernah ada sebelumnya atau pada faktor kesehatan lainnya.

Proses underwriting pada asuransi jiwa bisa disetujui dengan cara membuat kesepakatan dalam hal jumlah harga, pertanggungan, ketentuan, pengecualian, atau bahkan bisa ditolak begitu saja, di underwriting bidang asuransi, perusahaan asuransi sebagai pihak underwriter akan menilai tingkat kesehatan pemegang polis dan berbagai faktor lainnya secara seksama dan menyebarkan risiko potensial diantara sebanyak mungkin para pemegang polis, hal ini dilakukan untuk menghindari adanya risiko pengajuan klaim kerugian secara bersamaan.

Terdapat beberapa kriteria risiko menurut Underwriter disetiap perusahaan asuransi terhadap penilaian setiap nasabahnya, beberapa diantaranya yaitu :

Substandard risk
Dimana bagi underwriter risiko yang tinggi namun tidak 100% berisiko, contohnya di bidang asuransi kesehatan, biasanya penilaian seperti kriteria tersebut dijatuhkan pada nasabah yang memiliki gaya hidup kurang sehat.

Standard risk
Sebagai kriteria risiko dari penilaian asuransi dengan risiko standar, umumnya beberapa perusahaan asuransi akan memberikan appraisal klaim terhadap nasabah di level risiko ini.

Preferred risk
Risiko lainnya menurut underwriter asuransi adalah preferred risk ini, adalah risiko terendah, karenanya proses penilaian pada nasabah di kriteria ini lebih cepat, mudah dan ringkas, biasanya jenis nasabah ini adalah yang ingin mengambil asuransi pendidikan seperti saat anak masih balita, atau asuransi jiwa bagi usia belia dan sebagainya.

Declined risk
Sedangkan penilaian jenis ini bagi para underwriter terhadap nasabahnya adalah risiko yang tinggi yang dimiliki oleh nasabah, dimana kemungkinan terjadinya risiko hingga hampir 100% di jangka waktu terpendek, contohnya adalah, nasabah asuransi dalam usia vonis dekat, biasanya perusahaan asuransi akan menolak pengajuan asuransi nasabah kategori ini.

Apakah Underwriter Replaceable ?

Belum lama ini sempat dikabarkan bahwa perusahaan asuransi Allianz menggunakan Sistem Underwriting Otomatis atau  EUS adalah Expert Underwriting System guna mempercepat peningkatan produksi agen asuransi serta kemudahan dan memberi pengalaman baru bagi calon nasabah dalam berasuransi, karenanya secara otomatis mempercepat keputusan penerimaan nasabah menjadi obyektif, cepat, transparan.

Dengan sistem yang di launching oleh Allianz bernama EUS ini, tentunya underwriter yang dijalankan oleh manusia, menjadi tergantikan oleh sistem yang berjalan otomatis, untuk menjalankan proses underwriting, yang meski begitu, tetap berjalan dalam rumusan kaidah produk asuransi jiwa.

Pihak Allianz menyatakan bahwa peran underwriter  tidak sepenuhnya tergantikan oleh sistem, dimana kompetensi manusia hanya akan meningkatkan dan membantu penilaian yang terlewatkan oleh sistem, guna memproses data calon nasabah atau nasabah existing, secara kompleks dan mendalam, yang diperbantukan sistem untuk menganalisa suatu keputusan.

Sistem tersebut dihadirkan dengan kelengkapan sistem untuk pelayanan nasabah juga agen asuransi dengan penjualan online yang sebelumnya telah release dalam waktu tiga tahun terakhir di Allianz Indonesia, baik asuransi jiwa, asuransi kesehatan ataupun asuransi kerugian, dimulainya dengan ilustrasi penghitung asuransi jiwa, proses pengajuan pembelian asuransi, pembayaran premi awal dan lanjutan, sampai proses pengajuan klaimnya.(Arm)